Jumat, 27 April 2012

Jiwa Kepemimpinan Para Pemuda Islam


 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ


Pemuda hari ini adalah pemimpim untuk masa depan. Ungkapan ini sudah tidak asing lagi dan telah menjadi nyata dalam kehidupan. Selain itu juga adanya sebuah pernyataan bahwa masa depan terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Pemuda merupakan tonggak dari kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan umat, pemuda merupakan rahasia dari kekuatannya.

Dengan demikian, maka sungguh banyak kewajiban yang harus di penuhi oleh para pemuda. Pemuda dituntut untuk berfikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat dan hendaknya mampu menunaikan hak-hak umat dengan baik. Dengan kata lain, pemuda sesungguhnya dituntut untuk mendidik dirinya menjadi pemuda yang memiliki jiwa-jiwa pemimpin.

Sebuah proses perubahan sangat dipengaruhi oleh seorang pemimpin. Terlebih lagi dalam struktur dan budaya sosial. Untuk dapat mewujudkan masyarakat yang beradab, bangsa ini harus memiliki pemimpin yang amanah, mau bekerja keras, dan mampu mengarahkan serta menggerakkan seluruh rakyatnya untuk bersama berjuang mencapai cita-cita perjuangannya. Hal inilah yang menjadi harapan bagi seluruh masyarakat dan para pemuda.

Seorang pemuda di didik sejak lahir untuk memiliki jiwa kepemimpinan, yang mampu memimpin dirinya sendiri dan orang banyak. Allah swt. pun menegaskan bahwa diri kita setiap manusia adalah seorang pemimpin, namun seorang pemimpin yang baik mereka selalu bertaqwa kepada Allah swt. ( Al-anbiya : 73 )

وَجَعَلۡنَـٰهُمۡ أَٮِٕمَّةً۬ يَہۡدُونَ بِأَمۡرِنَا وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡهِمۡ فِعۡلَ ٱلۡخَيۡرَٲتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّڪَوٰةِ‌ۖ
وَكَانُواْ لَنَاعَـٰبِدِينَ

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.

Seorang pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya. Karena asas Kepemimpinan adalah kesadaran dan kemauan.

Sikap dan ciri kepemimpinan yang baik yaitu :
1. Pemimpin berilmu, berakhlak, berintegritas, professional dan pandai.
2. Pemimpin membuat keputusan dan bertangguing jawab atas keputusannya.
3. Pemimpin menetapkan yang betul.
4. Pemimpin dapat mempengaruhi bukan dipengaruhi.
5. Pemimpin harus bersedia mendengar dan berlapang dada.
6. Pemimpin dapat memberi semangat dan motivasi.
7. Pemimpin menjadi contoh.
8. Pemimpin pemegang segala pemikiran dan tindakan.

Kepemimpinan untuk saat ini masih menjadi sebuah masalah yang harus terus diasah dan ditingkatkan kualitasnya. Apalagi itu akan menjadi sangat penting ketika kita mengharapkan kokohnya kepemimpinan yang bisa menampilkan moral dan akhlak Islami. Kepemimpinan masih menjadi masalah krusial yang kemudian mengakibatkan negeri ini mengalami krisis materi di segala bidang.

Kamis, 26 April 2012

Pengetahuan Islam Di Era Globalisasi


بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ


Mendengar kata "Globalisasi" pikiran kita langsung tertuju kepada kemajuan teknologi. Sebagaimana fenomena yang kita rasakan saat ini, teknologi modern memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi secara langsung tanpa batasan jarak dan waktu. Kita pun dapat dengan sangat mudah dalam mencari informasi terkini melalui jaringan internet yang dapat mencari informasi secara lengkap dan luas.

Sebenarnya kemajuan teknologi saat ini banyak yang dapat kita manfaatkan untuk mencari ilmu pengetahuan Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa kemjuan teknologi pun banyak membawa dampak negatif, terutama para pemuda karna  para pemudalah yang sekarang ini banyak menggunakan teknologi informasi untuk membantu pekerjaan mereka..

Sebagaimana tujuan utama Allah swt. yang menjadikan manusia khalifah di bumi seperti yang di jelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 30 :

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةً۬‌ۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيہَا مَن يُفۡسِدُ فِيہَا
وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ‌ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Dari ayat di atas kita dapat menyimpulakan tujuan Allah swt. kepada manusia di bumi, untuk menjadikan kita para umat muslim untuk menjadi khalifah di muka bumi. Dan untuk meraih tujuan utama kita hidup di dunia ini kita membutuhkan ilmu pengetahuan yang dapat kita peroleh dari media apa saja untuk mencapai kehidupan bahagia di dunua dan di akhirat kelak.